Nimbuzz Kuningan

Forum untuk membahas seputar kuningan dan nimbuzz kuningan
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin

Share | 
 

 KABUPATEN KUNINGAN

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Abah adi

avatar

Jumlah posting : 17
Join date : 23.08.09
Age : 28
Lokasi : kOTA kUNINGAN

PostSubyek: KABUPATEN KUNINGAN   Mon Aug 24, 2009 1:17 am

ntuk Kota yang bernama sama, lihat pula Kota Kuningan. Untuk kegunaan lain dari Kuningan, lihat Kuningan (disambiguasi).

Kabupaten Kuningan Berkas:Logo_Kabupaten_kuningan.jpg
Lambang Kabupaten Kuningan
Berkas:Locator_kabupaten_kuningan.png
Peta lokasi Kabupaten Kuningan
Koordinat : 108°23 - 108° 47 BT dan 6°45 - 7°13 LS
Motto: ASRI (Aman Sehat Rindang Indah)
Semboyan:
Provinsi Jawa Barat
Ibu kota Kuningan
Luas 1.178,58 km²
Penduduk
· Jumlah 1.073.000 (2003)
· Kepadatan 911 jiwa/km²
Pembagian administratif
· Kecamatan 32
· Desa/kelurahan 376
Dasar hukum -
Tanggal -
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Bupati H. Aang Hamid Suganda
Kode area telepon 0232
APBD {{{apbd}}}
DAU Rp. -
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama {{{agama}}}
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Bandar udara {{{bandar udara}}}

Situs web resmi: http://www.kuningankab.go.id/

Kabupaten Kuningan, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Kuningan. Letak astronomis kabupaten ini di antara 108°23" - 108°47" Bujur Timur dan 6°45" - 7°13" Lintang Selatan. Kabupaten ini terletak di bagian timur Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Cirebon di utara, Kabupaten Brebes (Jawa Tengah) di timur, Kabupaten Ciamis di selatan, serta Kabupaten Majalengka di barat. Kabupaten Kuningan terdiri atas 32 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 361 desa dan 15 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Kuningan.

Bagian timur wilayah kabupaten ini adalah dataran rendah, sedang di bagian barat berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Ciremai (3.076 m) di perbatasan dengan Kabupaten Majalengka. Gunung Ciremai adalah gunung tertinggi di Jawa Barat.

Kabupaten Kuningan terbagi dalam beberapa wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Darma, Kadugede, Nusaherang, Ciniru,Hantara, Selajambe, Subang, Cilebak, Ciwaru, Karangkancana, Cibingbin, Cibeureum, Luragung, Cimahi, Cidahu, Kalimanggis, Ciawigebang, Cipicung, Lebakwangi, Maleber, Garawangi, Sindang Agung, Kuningan, Cigugur, Kramatmulya, Jalaksana, Japara, Cilimus, Cigandamekar, Mandirancan, Pancalang, dan Pasawahan.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Asal nama Kuningan
* 2 Sejarah
o 2.1 Masa Pra sejarah
o 2.2 Masa Hindu
o 2.3 Masa Islam
* 3 Letak Geografis
* 4 Topografi
* 5 Jenis Tanah
* 6 Demografi
* 7 Pendidikan
* 8 Seni dan Budaya
* 9 Pemerintahan
* 10 Sarana Prasarana
* 11 Tujuan Wisata
o 11.1 Wisata Alam
o 11.2 Wisata Budaya
o 11.3 Wisata Hutan
o 11.4 Wisata Ziarah
o 11.5 Wisata Adat


* 12 Makanan Khas dan Cinderamata
o 12.1 Makanan Khas
o 12.2 Cinderamata
* 13 Akses Transportasi
o 13.1 Angkot Dalam Kota
o 13.2 Bus Antar Kota
* 14 Tokoh-Tokoh Kuningan
* 15 Referensi
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Abah adi

avatar

Jumlah posting : 17
Join date : 23.08.09
Age : 28
Lokasi : kOTA kUNINGAN

PostSubyek: SEJARAH ASAL NAMA KUNINGAN   Mon Aug 24, 2009 1:22 am

Sejarah

Diperkirakan ± 3.500 tahun sebelum masehi sudah terdapat kehidupan manusia di daerah Kuningan, hal ini berdasarkan pada beberapa peninggalan kehidupan di zaman pra sejarah yang menunjukkan adanya kehidupan pada zaman Neoliticum dan batu-batu besar yang merupakan peninggalan dari kebudayaan Megaliticum. Bukti peninggalan tersebut dapat dijumpai di Kampung Cipari Kelurahan Cigugur yaitu dengan ditemukannya peninggalan pra-sejarah pada tahun 1972, berupa alat dari batu obsidian (batu kendan), pecahan-pecahan tembikar, kuburan batu, pekakas dari batu dan keramik. Sehingga diperkirakan pada masa itu terdapat pemukiman manusia yang telah memiliki kebudayaan tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Situs Cipari mengalami dua kali masa pemukiman, yaitu masa akhir Neoleticum dan awal pengenalan bahan perunggu berkisar pada tahun 1000 SM sampai dengan 500 M. Pada waktu itu masyarakat telah mengenal organisasi yang baik serta kepercayaan berupa pemujaan terhadap nenek moyang (animisme dan dinamisme). Selain itu diketemukannya pula peninggalan adat dari batu-batui besar dari zaman megaliticum.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Abah adi

avatar

Jumlah posting : 17
Join date : 23.08.09
Age : 28
Lokasi : kOTA kUNINGAN

PostSubyek: MASA UMAT ISLAM KABUPATEN KUNINGAN   Mon Aug 24, 2009 1:26 am

Masa Islam

Sejarah Kuningan pada masa Islam tidak lepas dari pengaruh kesultanan Cirebon. Pada tahun 1470 masehi datang ke Cirebon seorang ulama besar agama Islam yaitu Syeh Syarif Hidayatullah putra Syarif Abdullah dan ibunya Rara Santang atau Syarifah Modaim putra Prabu Syarif Hidayatullah adalah murid Sayid Rahmat yang lebih dikenal dengan nama Sunan Ampel yang memimpin daerah ampeldenta di Surabaya. Kemudian Syeh Syarif Hidayatullah ditugaskan oleh Sunan Ampel untuk menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Barat, dan mula-mula tiba di Cirebon yang pada waktu Kepala Pemerintahan Cirebon dipegang oleh Haji Doel Iman. Pada waktu 1479 masehi Haji Doel Iman berkenan menyerahkan pimpinan pemerintahan kepada Syeh Syarif Hidayatullah setelah menikah dengan putrinya. Karena terdorong oleh hasrat ingin menyebarkan agama Islam, pada tahun 1481 Masehi Syeh Syarif Hidayatullah berangkat ke daerah Luragung, Kuningan yang masuk wilayah Cirebon Selatan yang pada waktu itu dipimpin oleh Ki Gedeng Luragung yang bersaudara dengan Ki Gedeng Kasmaya dari Cirebon, selanjutnya Ki Gedeng Luragung memeluk agama Islam.


Pada waktu Syeh Syarif Hidayatullah di Luragung, Kuningan, datanglah Ratu Ontin Nio istrinya dalam keadaan hamil dari negeri Cina (bergelar: Ratu Rara Sumanding) ke Luragung, Kuningan, dari Ratu Ontin Nio alias Ratu Lara Sumanding lahir seorang putra yang tampan dan gagah yang diberi nama Pangeran Kuningan. setelah dari Luragung, Kuningan, Syeh Syarif Hidayatullah dengan rombongan menuju tempat tinggal Ki Gendeng Kuningan di Winduherang, dan menitipkan Pangeran Kuningan yang masih kecil kepada Ki Gendeng Kuningan agar disusui oleh istri Ki Gendeng Kuningan, karena waktu itu Ki Gendeng Kuningan mempunyai putera yang sebaya dengan Pangeran Kuningan namanya Amung Gegetuning Ati yang oleh Syeh Syarif Hidayatullah diganti namanya menjadi Pangeran Arya Kamuning serta beliau memberikan amanat bahwa kelak dimana Pangeran Kuningan sudah dewasa akan dinobatkan menjadi Adipati Kuningan.


Setelah Pangeran Kuningandan Pangeran Arya Kamuning tumbuh dewasa, diperkirakan tepatnya pada bulan Muharam tanggal 1 September 1498 Masehi, Pangeran Kuningan dilantik menjadi kepala pemerintahan dengan gelar Pangeran Arya Adipati Kuningan (Adipati Kuningan) dan dibantu oleh Arya Kamuning. Maka sejak itulah dinyatakan sebagai titik tolak terbentuknya pemerintahan Kuningan yang selanjutnya ditetapkan menjadi tanggal hari jadi Kuningan

Masuknya Agama Islam ke Kuningan nampak dari munculnya tokoh-tokoh pemimpin Kuningan yang berasal atau mempunyai latar belakang agama. Sebut saja Syekh Maulana Akbar, yang akhirnya menikahkan putranya, bernama Syekh Maulana Arifin, dengan Nyai Ratu Selawati penguasa Kuningan waktu itu (putra Prabu Langlangbuana). Hal ini menandai peralihan kekuasaan dari Hindu ke Islam yang memang berjalan dengan damai melalui ikatan perkawinan. Waktu itu di Kuningan muncul pedukuhan-pedukuhan yang bermula dari pembukaan-pembukaan pondok pesantren, seperti Pesantren Sidapurna (menuju kesempurnaan), Syekh Rama Ireng (Balong Darma). Termasuk juga diantaranya pesantren Lengkong oleh Haji Hasan Maulani.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Abah adi

avatar

Jumlah posting : 17
Join date : 23.08.09
Age : 28
Lokasi : kOTA kUNINGAN

PostSubyek: MASA HINDU KOTA KUNINGAN   Mon Aug 24, 2009 1:28 am

Masa Hindu

Dalam carita Parahyangan disebutkan bahwa ada suatu pemukiman yang mempunyai kekuatan politik penuh seperti halnya sebuah negara, bernama Kuningan. Kerajaan Kuningan tersebut berdiri setelah Seuweukarma dinobatkan sebagai Raja yang kemudian bergelar Rahiyang Tangkuku atau Sang Kuku yang bersemayam di Arile atau Saunggalah. Seuweukarma menganut ajaran Dangiang Kuning dan berpegang kepada Sanghiyang Dharma (Ajaran Kitab Suci) serta Sanghiyang Riksa (sepuluh pedoman hidup). Ekspansi kekuasaan Kuningan pada zaman kekuasaan Seuweukarma menyeberang sampai ke negeri Melayu. Pada saat itu masyarakat Kuningan merasa hidup aman dan tentram di bawah pimpinan Seuweukarma yang bertahta sampai berusia lama. Berdasarkan sumber carita Parahyangan juga, bahwa sebelum Sanjaya menguasai Kerajaan Galuh, dia harus mengalahkan dulu Sang Wulan - Sang Tumanggal - dan Sang Pandawa tiga tokoh penguasa di Kuningan (= Triumvirat), yaitu tiga tokoh pemegang kendali pemerintahan di Kuningan sebagaimana konsep Tritangtu dalam konsep pemerintahan tradisional suku Sunda Buhun. Sang Wulan, Tumanggal, dan Pandawa ini menjalankan pemerintahan menurut adat tradisi waktu itu, yang bertindak sebagai Sang Rama, Sang Resi, dan Sang Ratu. Sang Rama bertindak selaku pemegang kepala adat, Sang Resi selaku pemegang kepala agama, dan Sang Ratu kepala pemerintahan. Makanya Kerajaan Kuningan waktu dikendalikan tokoh ‘Triumvirat’ ini berada dalam suasana yang gemah ripah lohjinawi, tata tentrem kerta raharja, karena masing-masing dijalankan oleh orang yang ahli di bidangnya. Tata aturan hukum/masalah adat selalu dijalankan adan ditaati, masalah kepercayaan / agama begitu juga pemerintahannya. Semuanya sejalan beriringan selangkah dan seirama.


Ketika Kuningan diperintah Resiguru Demunawan pun (menantu Sang Pandawa), Kerajaan Kuningan memiliki status sebagai Kerajaan Agama (Hindu). Hal ini nampak dari ajaran-ajaran Resiguru Demunawan yang mengajarkan ilmu Dangiang Kuning - keparamartaan, sehingga Kuningan waktu menjadi sangat terkenal. Dalam naskah carita Parahyangan disebutkan kejayaan Kuningan waktu diperintah Resiguru Demunawan atau dikenal dengan nama lain Sang Seuweukarma (penguasa/pemegang Hukum) atau Sang Ranghyangtang Kuku/Sang Kuku, kebesaran Kuningan melebihi atau sebanding dengan Kebesaran Galuh dan Sunda (Pakuan). Kekuasaannya meliputi Melayu, Tuntang, Balitar, dan sebagainya. Hanya ada 3 nama tokoh raja di Jawa Barat yang berpredikat Rajaresi, arti seorang pemimpin pemerintahan dan sekaligus ahli agama (resi). Mereka itu adalah:

1. Resi Manikmaya dari Kerajaan Kendan (sekitar Cicalengka - Bandung)
2. Resi Demunawan dari Saunggalah Kuningan
3. Resi Niskala Wastu Kencana dari Galuh Kawali


Perkembangan kerajaan Kuningan selanjutnya seakan terputus, dan baru pada 1175 masehi muncul lagi. Kuningan pada waktu itu menganut agama Hindu di bawah pimpinan Rakean Darmariksa dan merupakan daerah otonom yang masuk wilayah kerajaan Sunda yang terkenal dengan nama Pajajaran. Cirebon juga pada tahun 1389 masehi masuk kekuasaan kerajaan Pajajaran, namun pada abad ke-15 Cirebon sebagai kerajaan Islam menyatakan kemerdekaannya dari Pakuan Pajajaran.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Oceff¤Jack



Jumlah posting : 7
Join date : 23.08.09
Age : 33
Lokasi : Cidahu kuningan

PostSubyek: Re: KABUPATEN KUNINGAN   Tue Aug 25, 2009 4:00 pm

[i] bah uing satuju mun abah nyalonkeun jd bupati kuningan,,wkwkwkwkwkwk Very Happy lol!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Abah adi

avatar

Jumlah posting : 17
Join date : 23.08.09
Age : 28
Lokasi : kOTA kUNINGAN

PostSubyek: Re: KABUPATEN KUNINGAN   Wed Aug 26, 2009 3:26 pm

king king king king king king
Very Happy Very Happy Very Happy Very Happy
BUPATI kuningan,
wekwekwekwek....
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: KABUPATEN KUNINGAN   

Kembali Ke Atas Go down
 
KABUPATEN KUNINGAN
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» paking knalpot kuningan ninja 250
» TEPANGKEN (kenalkan) new member dari PURWOREJO
» Leather Jacket
» Parkir Khusus 250 di Senayan City Tarifnya Gilaaaaak
» Paking header knalpot ke blok mesin pake apa yah?

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Nimbuzz Kuningan :: Kuningan-Asri-
Navigasi: